TEORI INFORMASI

Nama : Kismiati
Nim : 07601241012
Prodi : PJKR/ A
Tugas : Landasan Psikologi Guru Penjas
===============================================================
TUGAS
LANDASAN PSIKOLOGI GURU PENJAS

TEORI INFORMASI
1. Model Stimulus dan Respon
Model stimulus – respons (S-R) adalah model informasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi behavioristik. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Jadi model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat nonverbal, gambar dan tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Pertukaran informasi ini bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi.
Contoh : Anda menyukai seseorang, lalu anda melihat dan memperhatikan wajahnya sambil senyum-senyum. Ternyata orang tersebut malah menutup wajahnya dengan buku atau malah teriak “apa liat-liat, nantang ya?” lalu anda kecewa dan dalam pikiran anda merasa cintanya bertepuk sebelah tangan dan anda ingin bunuh dia.
2. Model Aristoteles
Model ini adalah model informasi yang paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai seni berpidato. Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa anda (etos-kererpercayaan anda), argumen anda (logos-logika dalam emosi khalayak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya, dan cara penyampainnya. Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis.
3. Model Lasswell
Model ini berupa ungkapan verbal, yaitu : Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect. Lasswell mengemukakan tiga fungsi informasi yaitu : pengawasan Lingkungan – yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya. Akan tetapi model ini dikritik karena model ini mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model ini juga terlalu menyederhanakan masalah.

4. Model Shannon dan Weaver
Model yang sering disebut model matematis atau model teori informasi. Model itu melukiskan suatu sumber yang menyandi atau menyiptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seorang penerima. Konsep penting Shannon dan Weaver adalah : gangguan (noise), Setiap rangsangan tambahan dan tidak dikendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Konsep lain yang ikut andil adalah entropi dan redundasi serta keseimbangan yang diperlukan diantara keduanya untuk menghasilkan komunikasi yang efisien dan dapat mengatasi gangguan dalam saluran. Sayangnya, model ini juga memberikan gambaran yang parsial, komunikasi dipandang sebagai fenomena satu arah.
5. Model Westley dan Maclean
Menurut pakar ini, perbedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Umpan balik dari penerima bersifat segera dalam komunikasi antarpribadi, dalam komunikasi massa bersifat minimal atau tertunda. Sumber dalam komunikasi antar pribadi dapat langsung memanfaatkan umpan balik dari penerima sedangkan dalam komunikasi massa sumber misalnya penceramah agama, calon presiden yang berdebat dalam rangka kampanye politik. Konsep pentingnya adalah Umpan balik, Perbedaan dan kemiripan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Pesan ini juga membedakan pesan yang bertujuan dan pesan yang tidak bertujuan.

6. Model Gerbner
Model verbal Gerbner adalah seseorang ( sumber, komunikator ) mempersepsi suatu kejadian dan bereaksi dalam suatu situasi melalui suatu alat untuk menyediakan materi dalam suatu bentuk dan konteks yang mengandung isi yang mempunyai suatu konsekuensi
7. Model Berlo
Menurut model Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor :
a. Keterampilan komunikasi
b. Sikap
c. Pengetahuan
d. Sistem social
e. Budaya
Salah satu kelebihan model ini adalah model ini tidak terbatas pada informasi publik atau informasi massa, namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk informasi tertulis. Model ini bersifat heuristik (merangsang penelitian).
8. Model DeFleur
Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan. Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima.
9. Model Tubbs
Pesan dalam model ini dapat berupa pesan verbal, juga non verbal, bisa disengaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah alat indera, terutama pendengaran, penglihatan dan perabaan. Gangguan dalam model ini ada 2, gangguan teknis dan gangguan semantik. Gangguan teknis adalah faktor yang menyebabkan si penerima merasakan suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kegaduhan. Ganguan semiatik adalah pemberian makna yang berbeda atas lambang yang disampaikan pengirim.
10. Model Gudykunst dan Kim
Merupakan model antar budaya, yakni informasi antara budaya yang berlainan, atau informasi dengan orang asing. Menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan suatu proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikategprikan menjadi faktor-faktor budaya, sosial budaya, psikobudaya, dan faktor lingkungan.
11. Model Interaksional
Para peserta informasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain. Diri berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan orang terdekatnya seperti keluarga dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan dan terus berlanjut hingga kelingkungan luas dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan.
TEORI UMPAN BALIK/ FEEDBACK
Teori belajar umpan balik adalah teori belajar selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan. Hubunagn stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan.selanjutnya, bila siswa menemukan kesulitan atau msalah, guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil. Teori ini tergabung dalam teori belajar behavioristtik.

1. Teori belajar Thordike
Dalam teori ini Thordike mengunkapkan terjadinya stimulus dan respon yang mengikuti hokum-hukum sbb: hokum kesiapan adalah semakin kuat suatu orgasme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka tingkah laku tersebut menimbulkan kepuasan individu, hokum latihan adalah semakin suatu tingkah laku diulang, maka asosiasi tersebut semakin kuat, hokum akibat adalah hubungan stomulusdan respon cenderung diperkuat dengan akibat menyenangkan dan diperlemah dengan akibat tidak memuaskan.
2. Teori belajar BF Skiner
Dalam teori ini Skiner menilai hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatanya. Beberapa prinsip belajar Skiner:
• Hasil belajar haru sesegera mungkin diberitahukan kepada siswa jiika salah dibetulkan dan jika salah diperkuat
• Proses belajar harus mengikuti irama dari belajar
• Materi pelajaran menggunakan system mudul
• Lebih mementingkan aktivitas sendiri
Teori Thordike dan Skiner mendasari mengembangan metode pembelajaran mengunakan umpan balik dan ilustrasi prestasi belajar dengan umpan balik contohnya adalah siswa disuruh menyelesaikan soal tanpa bertanya, yang ke dua disuruh menyelesekan soal perkalian dua bilangan bulat setelah selese 1 soal dkasih tau jawabanya dan yang terakhir adalah mengulangi dari tahap yang pertama dan kedua apabila hasilnya bagus maka suswa memberikan umpan balik ke pada guru. Selain itu umpan balik juga justru bisa memberitahukan kegagalan dalam komunikasi. Sebagai contoh, ketika seseorang menelpon dan yang ditelepon tidak melakukan reaksi apapun, atau mungkin sinyal di udara lemah, maka reaksi diam penerima sebenarnya adalah umpan balik bagi sumber atau penelpon. Selain konsep umpan balik yang tidak diusung dalam teori informasi, sebenarnya, Shannon dan weaver juga tidak mengkaji detil tentang peranan medium (media) dalam teorinya. Ia hanya terfokus pada fungsi saluran atau transmitter. Padahal konsep medium tidak dapat dipisahkan dari konsep transmisi yang ia usung sebelumnya.
Secara garis besar, jika dibandingkan dengan teori kontemporer, misalnya, interaksionisme simbolik, model teori Shannon dan Weaver ini terlalu sederhana. Padahal komunikasi terdiri dari banyak aspek seperti yang dikatakan Schramm sebagai area studi Multidisipliner. Ia akan selalu berkaitan dengan ilmu sosial, psikologi, kejiwaan, teknologi, bahkan perang.
Sumber :
Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Sugihartono dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

http://defickry.wordpress.com/2007/08/09/teori-komunikasi-klasik-teori-informasi/

http://iklanbarisgratis.info/search/DUNIA+TEORI+KOMUNIKASI
http://tartoku.multiply.com/journal/item/15

Add a comment Mei 5, 2010

BELAJAR

TUGAS
LANDASAN PSIKOLOGI GURU PENJAS

I. Pengertian Belajar
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor untuk memperoleh tujuan tertentu. Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.
II. Ciri-ciri Belajar
Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu:
1. siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan.
2. guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
3. aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
4. guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
5. orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta
6. guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.
Adapun ciri-ciri pembelajaran yang menganut unsur-unsur dinamis dalam proses belajar siswa sebagai berikut :
1. Motivasi belajar
Motivasi dapat dikatakan sebagai serangkaina usaha untuk menyediakan kondisi kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatau, dan bila ia tidak suka, maka ia akan berusaha mengelakkan perasaan tidak suka itu. Jadi, motivasi dapat dirangsang dari luar, tetapi motivasi itu tumbuh di dalam diri seseorang. Adalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang/siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjalin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dihendaki dapat dicapai oleh siswa.
2. Bahan belajar
Yakni segala informasi yang berupa fakta, prinsip dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain bahan yang berupa informasi, maka perlu diusahakan isi pengajaran dapat merangsang daya cipta agar menumbuhkan dorongan pada diri siswa untuk memecahkannya sehingga kelas menjadi hidup.
3. Alat Bantu belajar
Semua alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi)) dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (siswa). Inforamsi yang disampaikan melalui media harus dapat diterima oleh siswa, dengan menggunakan salah satu ataupun gabungan beberaapa alat indera mereka. Sehingga, apabila pengajaran disampaikan dengan bantuan gambar-gambar, foto, grafik, dan sebagainya, dan siswa diberi kesempatan untuk melihat, memegang, meraba, atau mengerjakan sendiri maka memudahkan siswa untuk mengerti pengajaran tersebut.
4. Suasana belajar
Suasana yang dapat menimbulkan aktivitas atau gairah pada siswa adalah apabila terjadi : (a) Adanya komunikasi dua arah antara guru-siswa maupun sebaliknya yang intim dan hangat, sehingga hubungan guru-siswa yang secara hakiki setara dan dapat berbuat bersama. (b).Adanya kegairahan dan kegembiraan belajar. Hal ini dapat terjadi apabila isi pelajaran yang disediakan berkesusaian dengan karakteristik siswa. Kegairahan dan kegembiraan belajar jug adapat ditimbulkan dari media, selain isis pelajaran yang disesuaiakan dengan karakteristik siswa, juga didukung oleh factor intern siswa yang belajar yaitu sehat jasmani, ada minat, perhatian, motivasi, dan lain sebagainya.
5. Kondisi siswa yang belajar
Mengenai kondisi siswa, adapat dikemukakan di sini sebagai berikut : (a)Siswa memilki sifat yang unik, artinya anatara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda.(b) Kesamaan siwa, yaitu memiliki langkah-langkah perkenbangan, dan memiliki potensi yang perlu diaktualisasikan melalui pembelajaran. Kondisi siswa sendiri sangat dipengaruhi oleh factor intern dan juga factor luar, yaitu segala sesuatau yang ada di luar diri siswa, termasuk situasi pembelajaran yang diciptakan guru. Oleh Karena itu kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada peranan dan partisipasi siswa, bukan peran guru yang dominant, tetapi lebih berperan sebagai fasilitaor, motivator, dan pembimbing.
III. Teori Belajar
1. Berhavioristik
Pembelajaran selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan. Hubunagn stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan.selanjutnya, bila siswa menemukan kesulitan atau msalah, guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil.
2. Kognitivisme
Pembelajaran adalah dengan mengaktifkan indera siswa agar memeperoleh pemahaman sedangkan pengaktifan indera dapat dilaksanakan dengan jalan menggunakan media/alat Bantu. Disamping itu penyampaian pengajaran dengan berbagai variasi artinya menggunakan banyak metode.
3. Humanistic
Dalam pembelajran ini guru sebagai pembimbing memberi pengarahan agar siswa dapat mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai manusia yang unik untuk mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya sendiri. Dan siswa perlu melakukan sendiri berdasarkan inisisatif sendiri yang melibatkan pribadinya secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalam proses belajar, agar dapat memperoleh hasil.
4. Sosial/Pemerhatian/permodelan
Proses pembelajaran melalui proses pemerhatian dan pemodelan Bandura (1986) mengenal pasti empat unsure utama dalam proses pembelajaran melalui pemerhatian atau pemodelan, iaitu pemerhatian (attention), mengingat (retention), reproduksi (reproduction), dan penangguhan (reinforcement) motivasi (motivion).
5. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Sumber :
Sugihartono dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Tim penulis buku psikologi pendidikan. (1993). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta. UUP IKIP Yogyakarta.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/02/teori-teori-belajar/
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-proc-2000-arif-619-knowledge

http://krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciri-pembelajaran/

Add a comment Mei 5, 2010

PERAN GURU PENJAS JADI PENTING

TUGAS
PERSIAPAN PROFESI GURU PENJAS

Mengapa peran guru penjas menjadi penting dalam upaya peningkatan dampak pendidikan secara komperhensif kepada peserta didik?

Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga.
Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.
Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan/ olahraga, internalisasi nilai-nilai sportifitas, jujur kerjasama, dan lain-lain, dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia.
Oleh sebab itu mengapa seorang guru pendidikan jasmani sangat penting kaitanya dengan peningkatan pendidikan secara komperhensif atau menyeluruh. Karena menjadi seorang guru pendidikan jasmani itu harus mempunyai kemampuan yang tinggi dalam melakukan kegiatan pembelajaran, karena mengingat peranan yang dipegang oleh seorang guru penjas sangat penting. Dengan kemampuan yang dimiliki tersebut seorang guru penjas akan mampu meningkatkan kualitas peserta didiknya.
Peningkatan yang diharapkan yaitu peningkatan secara komprehensif yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Peranan guru penjas akan dapat terlihat mulai dari kualitas peserta didik yang tercipta setelah mendapatkan pembelajaran dari gurunya. Kemudian dampak yang terjadi yaitu akan mendorong peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuannya sehingga memberikan prestasi yang gemilang dan itu memberikan sumbangan atau andil besar dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Add a comment Mei 5, 2010

patah tulang

Patah Tulang (fraktur) DEFINISI
Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.

Jenis patah tulang:
1. Patah tulang tertutup (patah tulang simplek).
Tulang yang patah tidak tampak dari luar.
2. Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk).
Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan.
Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.
3. Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan).
Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.
4. Patah tulang karena tergilas.
Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang.
Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.
5. Patah tulang avulsi.
disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat.
Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
6. Patah tulang patologis.
Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali.

PENYEBAB
Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh.

Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang.
Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:
– Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
– Usia penderita
– Kelenturan tulang
– Jenis tulang.
Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.

GEJALA
Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata.
Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan.
Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri.

Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat menggerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya.

Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.

Add a comment Maret 20, 2010

Passing Bawah Bola Voly

Add a comment Januari 7, 2010

resiprokal

KERTAS TUGAS

GAYA RESIPROKAL

PASSING BAWAH BOLA VOLY

Berilah tanda (      ) apabila teman kalian benar dalam melakukan gerakkan dan berilah tanda (X) apabila teman kalian salah dalam melakukan gerakkan sesuai dengan perintah

NO

TUGAS

Nama   :

Nim      :

Nama    :

Nim       :

YA TIDAK YA TIDAK
1 Sikap persiapan bergerak ke arah datangnya bola dan genggam jemari tangan.
2 Kaki dalam posisi merenggang dengan santai , bahu terbuka
3 Lutut ditekuk, tahan tubuh dalam  posisi rendah dan  membetuk  landasan dengan lengan
4 Sikut terkunci, lengan sejajar dengan paha dan  pinggang lurus serta pandangan ke arah bola
5 Terima bola di depan badan. kaki sedikit diulurkan
6 Berat badan di alihkan ke depan dan

memukul bola jauh dari badan

7 pinggul bergerak ke depan, dan bola  menyentuh lengan, perkenaan pada lengan bagian dalam pada permukaan yang luas diantara  pergelangan tangan dan siku
8 jari tangan tetap digenggam sikut tetap terkunci
9 landasan mengikuti bola ke sasar pindahkan berat badan ke arah sasaran perhatikan bola bergerak ke  sasaran


Kamis, 10 Desember 2009

Kismiati

Add a comment Januari 7, 2010

gaya inklusi

KERTAS TUGAS

GAYA INKLUSI

PASSING BAWAH BOLA VOLY

Petunjuk Umum

  1. Pilihlah bebtuk latihan passing bawah yang tersedia sesuai dengan kemampuan anda
  2. Setelah anda mampu melakukan 8 kali pada level ini atau yang lain dapat diteruskan diteruskan ke level yang lebih tinggi.

Petunjuk Khusus

  1. Lakukan gerakkan secara berpasangan.
  2. Bergerak ke arah datangnya bola dan genggam jemari tangan.
  3. Kaki dalam posisi merenggang dengan santai, bahu terbuka dan lutut ditekuk, tahan tubuh dalam  posisi rendah dan  membetuk  landasan dengan lengan
  4. Sikut terkunci, lengan sejajar dengan paha dan  pinggang lurus serta pandangan ke arah bola, terima bola di depan badan. kaki sedikit diulurkan
  5. Berat badan dialihkan ke depan dan memukul bola jauh dari badan dan pinggul bergerak ke depan, dan bola  menyentuh lengan, perkenaan pada lengan bagian dalam pada permukaan yang luas diantara  pergelangan tangan dan siku.
  6. Jari tangan tetap digenggam sikut tetap terkunci dan landasan mengikuti bola ke sasaran pindahkan berat badan ke arah sasaran perhatikan bola bergerak ke  sasaran                                                                                       

MATERI

Tugas

Level 1 Level 2 Level 3 Level 4
Passing bawah bola voly, dalam posisi siap untuk menerima bola 1. Dilakukan secara berpasangan

2. Posisi siap untuk menerima bola

3. Siswa yang pertama melakukan passing bawah dan siswa yang kedua memberi umpan bola

4. Dalam memberi umpan usahakan pas di depan teman yang akan melakukan passing.

5. Pada saat menyentuh lengan, usahakan perkenaan pada lengan bagian dalam pada permukaan yang luas diantara pergelangan tangan dan siku.

6. Dilakukan secara bergantian

X1

O

X2

1. Dilakukan sendiri

2.Siswa melakukan gerakkan passing bawah sendiri

3. Pertama bola dilempar dan kemudian dipassing, arah bola ke atas

4. Usahakan bola jangan sampai jatuh

5. perkenaan bola pada lengan bagian dalam pada permukaan yang luas diantara pergelangan tangan dan siku

Perkenaan bola

1. Dilakukan secara berpasangan

2. melakukan gerakkan saling passing

3. anak yang pertama dan kedua melakukan gerakkan saling passing

4. dilakukan dengan jarak yang dekat terlebih dahulu kira-kira sekitar dua meter

X1
2m         O

X2

1. Dilakukan secara berpasangan

2. melakukan gerakkan saling passing

3. anak yang pertama dan kedua melakukan gerakkan saling passing

4. dilakukan dengan jarak yang agak jauht  kira-kira sekitartiga sampai enam meter

X1

O        3-6m

X2

Praktikan,

Add a comment Januari 7, 2010

passing bola volly

TEKNIK
PASSING BAWAH BOLA VOLI
1. Pengertian Passing Bawah
Passing bawah adalah Passing bawah adalah upaya seorang pemain dengan menggunakan teknik tertentu untuk mengoperkan bola menggunakan lengan sisi bagian dalam untuk dimainkanya kepada teman seregu untuk dimainkan dilapangan sendiri.
2. Keguanaan Teknik Passing Bawah
1. Untuk penerimaan bola servis
2. Untuk penerimaan bola dari lawan yang berupa serangan / smash
3. Untuk pengambilan bola setelah terjadi blok atau bola dari pantulan net
4. Untuk menyelamatkan bola yang kadang-kadang terpental jauh dari lapangan permainan
5. Untuk pengambilan bola yang rendah dan mendadak datangnya
3. Teknik Passing Bawah
Tahapan Melakukan Teknik Passing Bawah adalah
I. Tahap Persiapan

a. bergerak ke arah datangnya bola
b. genggam jemari tangan
c. kaki dalam posisi merenggang dengan santai ,
bahu terbuka
d. tekuk lutut, tahan tubuh dalam posisi rendah
e. bentuk landasan dengan lengan
f. sikut terkunci dan lengan sejajar dengan paha
g. pinggang lurus dan pandangan ke arah bola gerakan persiapan
II. Tahap Pelaksanaan

a. terima bola di depan badan
b. kaki sedikit diulurkan
c. berat badan di alihkan ke depan
d. pukulah bola jauh dari badan
e. pinggul bergerak ke depan
f. perhatikan bola saat menyentuh
lengan, perkenaan pada lengan
bagian dalam pada permukaan
yang luas diantara pergelangan
tangan dan siku gerakan pelaksanaan perkenaan bola
III. Tahap Gerakan Lanjutan
a. jari tangan tetap digenggam
b. sikut tetap terkunci
c. landasan mengikuti bola ke sasaran
d. pindahkan berat badan ke arah sasaran
e. perhatikan bola bergerak ke sasaran
gerakan lanjutan
4.Praktek Passing Bawah
a. siswa dikasih pengantar tentang passing bawah Gambar :
b. siswa berhadapan dan saling berhadapan dengan
jarak sekitar 2 meter dan dibatasi dengan cone atau garis 2m
c. siswa 1 melakukan passing bawah siswa 2 memberi
umpan setelah melakukan 10 X bergantian
d. siswa 1 dan 2 saling berhadapan dan saling passing-pasingan
e. dilakukan berulang-ulang sampai siswa bisa melakukan.
5. Referensi:
Drs. Nuril Ahmadi.(2007). Panduan Olahraga Bola Voly. Surakarta: Era Pustaka Utama.

Add a comment Januari 7, 2010

teknik dribel sepak bola

TEKNIK DRIBEL
PERMAINAN SEPAK BOLA

1. Latihan Mendribel
 Dribel dengan kaki bagian dalam
 Dribel dengan kaki bagian luar
 Dribel dengan kura-kura kaki
Peraturan Permainan
a. siswa dikasih pengantar tentang bagaimana cara melakukan dribel
b. yang pertama dilalukan adalah latihan dribel dengan kaki bagian dalam yaitu perkenaan bola pada kaki bagian dalam, kaki bagian luar yaitu perkenaan bola pada kaki bagian luar dan dengan kura-kura kaki yaitu perkenaan kaki pada kaki bagian atas atau sering disebut kura-kura kaki
c. siswa berhadapan dan saling berhadapan dengan jarak sekitar 3 meter dan dibatasi dengan cone atau garis
d. siswa yang membawa bola melakukan kemudian kalau sudah sampai pada temen yang berada didepannya tadi, bergantian melakukan
c. dilakukan berulang-ulang sampai siswa bisa melakukan.

Gambar Lapangan
x x x x x x x

Keterangan :
o o o o o o o x = siswa
o = bola
= cone
3 m

x x x x x x x

2. Permainan
Pearaturan Permainan :
a. siswa dibagi menjadi 2 kelompok
b. permainan dilakukan dengan cara mendribel bola (tidak boleh dipasing/ dipasing dengan jarak yang dekat saat mau memberikan pada teman)
c. bola goal harus melewati kedua cone (sebagai gawang)
d. bola harus didribel minimal 3x sebelum melewati cone
e. bola yang melebar ke samping dianggap keluar
f. tidak ada penjaga gawang/ hanya membayang-bayangi saja
g. dilakukan selam 5 menit

Gambar Lapangan
9 m
Keterangan:
= cone
4 m o = bola
y = kelompok 1
x = kelompok 2

Add a comment Januari 7, 2010

permainan dengan alat

Nama : Kismiati
Nim : 07601241012
Prodi : PJKR A
Tugas : Teknilogi Pembelajran Penjas

PEMANASAN MENGGUNAKAN ALAT
DALAM BENTUK PERMAINAN

Permainan Bola Bergilir
Tempat : Lapangan yang luas dan dibatasi garis/ atau yang dibatasi dengan cone
Alat : Bola besar (bola voly, bola sepak)
Tujuan : Mengenai anak yang berada didalam lapangan
Pelaksana :
Semua anak bertebaran di dalam lapangan yang sudah dibatasi dengan garis atau cone. Dua orang diantaranya menjadi orang yang jaga atau yang menjadi pemegang bola, bola yang dibawa/ gunakan hanya 1 dan kedua anak tersebut harus saling membantu untuk mengenai anak yang berada di dalam lapangan, dan siswa yang lain berada di dalam belari agar tidak terkena bola. Anak yang berlari di dalam lapangan yang sudah dibatasi dengan garis tidak boleh berlari keluar dari lapangan atau dari garis yang sudah dibuat. Dua anak yang berjaga tadi itu berusaha mengejar dan menangkap anak yang brada di dalam lapangan dengan cara melempar bola ditubuh teman yang tidak jaga dan berada dilapangan, sedangkan anak-anak yang berada di dalam dan tertangkap oleh anak yang berjaga tidak boleh keluar dari lapangan tetapi menjadi penjaga menjadi penjaga mengantikan salah satu teman yang berjaga dan ikut menangkap anak yang berada di dalam lapangan.
Anak dikatakan tertangkap apabila anak yang berjaga mengenai bola ketubuh anak yang tidak berjaga dan berada di lapangan jarak untuk melempar adalah satu meter dan tidak beh dibandemkan atau dilempar keras. Anak yang tertangkap oleh anak yang memegang bola berjaga mengantikan salah satu anak yang berjaga.
Permainan ini dapat dimainkan oleh banyak anak dan dimainkan minimal lima anak. Lapangan juga dapat dimodifikasi dengan lapangan yang berbentuk bundar, kotak, segitiga, dan dapat juga dibatasi dengan cone, pohon dll. Luas lapangan disesuaikan dengan jumlah anak, kalau jumlah anak banyak lapangannya makin besar tapi kalu jumlah anak sedikit lapangan dipersempit. Permainan ini mudah dipahami dan dilakukan oleh anak-anak dan anak juga akan merasa senang dan gembira dalam melakukannya.

Gambar lapangan:
G Keterangan:
X : anak berada didalam
: anak yang berjaga/
membawa bola
G : guru

Add a comment Januari 7, 2010

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts