TEORI INFORMASI

Mei 5, 2010 kismiatifikuny

Nama : Kismiati
Nim : 07601241012
Prodi : PJKR/ A
Tugas : Landasan Psikologi Guru Penjas
===============================================================
TUGAS
LANDASAN PSIKOLOGI GURU PENJAS

TEORI INFORMASI
1. Model Stimulus dan Respon
Model stimulus – respons (S-R) adalah model informasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi behavioristik. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Jadi model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat nonverbal, gambar dan tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Pertukaran informasi ini bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi.
Contoh : Anda menyukai seseorang, lalu anda melihat dan memperhatikan wajahnya sambil senyum-senyum. Ternyata orang tersebut malah menutup wajahnya dengan buku atau malah teriak “apa liat-liat, nantang ya?” lalu anda kecewa dan dalam pikiran anda merasa cintanya bertepuk sebelah tangan dan anda ingin bunuh dia.
2. Model Aristoteles
Model ini adalah model informasi yang paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai seni berpidato. Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa anda (etos-kererpercayaan anda), argumen anda (logos-logika dalam emosi khalayak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya, dan cara penyampainnya. Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis.
3. Model Lasswell
Model ini berupa ungkapan verbal, yaitu : Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect. Lasswell mengemukakan tiga fungsi informasi yaitu : pengawasan Lingkungan – yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya. Akan tetapi model ini dikritik karena model ini mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model ini juga terlalu menyederhanakan masalah.

4. Model Shannon dan Weaver
Model yang sering disebut model matematis atau model teori informasi. Model itu melukiskan suatu sumber yang menyandi atau menyiptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seorang penerima. Konsep penting Shannon dan Weaver adalah : gangguan (noise), Setiap rangsangan tambahan dan tidak dikendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Konsep lain yang ikut andil adalah entropi dan redundasi serta keseimbangan yang diperlukan diantara keduanya untuk menghasilkan komunikasi yang efisien dan dapat mengatasi gangguan dalam saluran. Sayangnya, model ini juga memberikan gambaran yang parsial, komunikasi dipandang sebagai fenomena satu arah.
5. Model Westley dan Maclean
Menurut pakar ini, perbedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Umpan balik dari penerima bersifat segera dalam komunikasi antarpribadi, dalam komunikasi massa bersifat minimal atau tertunda. Sumber dalam komunikasi antar pribadi dapat langsung memanfaatkan umpan balik dari penerima sedangkan dalam komunikasi massa sumber misalnya penceramah agama, calon presiden yang berdebat dalam rangka kampanye politik. Konsep pentingnya adalah Umpan balik, Perbedaan dan kemiripan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Pesan ini juga membedakan pesan yang bertujuan dan pesan yang tidak bertujuan.

6. Model Gerbner
Model verbal Gerbner adalah seseorang ( sumber, komunikator ) mempersepsi suatu kejadian dan bereaksi dalam suatu situasi melalui suatu alat untuk menyediakan materi dalam suatu bentuk dan konteks yang mengandung isi yang mempunyai suatu konsekuensi
7. Model Berlo
Menurut model Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor :
a. Keterampilan komunikasi
b. Sikap
c. Pengetahuan
d. Sistem social
e. Budaya
Salah satu kelebihan model ini adalah model ini tidak terbatas pada informasi publik atau informasi massa, namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk informasi tertulis. Model ini bersifat heuristik (merangsang penelitian).
8. Model DeFleur
Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan. Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima.
9. Model Tubbs
Pesan dalam model ini dapat berupa pesan verbal, juga non verbal, bisa disengaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah alat indera, terutama pendengaran, penglihatan dan perabaan. Gangguan dalam model ini ada 2, gangguan teknis dan gangguan semantik. Gangguan teknis adalah faktor yang menyebabkan si penerima merasakan suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kegaduhan. Ganguan semiatik adalah pemberian makna yang berbeda atas lambang yang disampaikan pengirim.
10. Model Gudykunst dan Kim
Merupakan model antar budaya, yakni informasi antara budaya yang berlainan, atau informasi dengan orang asing. Menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan suatu proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikategprikan menjadi faktor-faktor budaya, sosial budaya, psikobudaya, dan faktor lingkungan.
11. Model Interaksional
Para peserta informasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain. Diri berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan orang terdekatnya seperti keluarga dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan dan terus berlanjut hingga kelingkungan luas dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan.
TEORI UMPAN BALIK/ FEEDBACK
Teori belajar umpan balik adalah teori belajar selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan. Hubunagn stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan.selanjutnya, bila siswa menemukan kesulitan atau msalah, guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil. Teori ini tergabung dalam teori belajar behavioristtik.

1. Teori belajar Thordike
Dalam teori ini Thordike mengunkapkan terjadinya stimulus dan respon yang mengikuti hokum-hukum sbb: hokum kesiapan adalah semakin kuat suatu orgasme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka tingkah laku tersebut menimbulkan kepuasan individu, hokum latihan adalah semakin suatu tingkah laku diulang, maka asosiasi tersebut semakin kuat, hokum akibat adalah hubungan stomulusdan respon cenderung diperkuat dengan akibat menyenangkan dan diperlemah dengan akibat tidak memuaskan.
2. Teori belajar BF Skiner
Dalam teori ini Skiner menilai hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatanya. Beberapa prinsip belajar Skiner:
• Hasil belajar haru sesegera mungkin diberitahukan kepada siswa jiika salah dibetulkan dan jika salah diperkuat
• Proses belajar harus mengikuti irama dari belajar
• Materi pelajaran menggunakan system mudul
• Lebih mementingkan aktivitas sendiri
Teori Thordike dan Skiner mendasari mengembangan metode pembelajaran mengunakan umpan balik dan ilustrasi prestasi belajar dengan umpan balik contohnya adalah siswa disuruh menyelesaikan soal tanpa bertanya, yang ke dua disuruh menyelesekan soal perkalian dua bilangan bulat setelah selese 1 soal dkasih tau jawabanya dan yang terakhir adalah mengulangi dari tahap yang pertama dan kedua apabila hasilnya bagus maka suswa memberikan umpan balik ke pada guru. Selain itu umpan balik juga justru bisa memberitahukan kegagalan dalam komunikasi. Sebagai contoh, ketika seseorang menelpon dan yang ditelepon tidak melakukan reaksi apapun, atau mungkin sinyal di udara lemah, maka reaksi diam penerima sebenarnya adalah umpan balik bagi sumber atau penelpon. Selain konsep umpan balik yang tidak diusung dalam teori informasi, sebenarnya, Shannon dan weaver juga tidak mengkaji detil tentang peranan medium (media) dalam teorinya. Ia hanya terfokus pada fungsi saluran atau transmitter. Padahal konsep medium tidak dapat dipisahkan dari konsep transmisi yang ia usung sebelumnya.
Secara garis besar, jika dibandingkan dengan teori kontemporer, misalnya, interaksionisme simbolik, model teori Shannon dan Weaver ini terlalu sederhana. Padahal komunikasi terdiri dari banyak aspek seperti yang dikatakan Schramm sebagai area studi Multidisipliner. Ia akan selalu berkaitan dengan ilmu sosial, psikologi, kejiwaan, teknologi, bahkan perang.
Sumber :
Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Sugihartono dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

http://defickry.wordpress.com/2007/08/09/teori-komunikasi-klasik-teori-informasi/

http://iklanbarisgratis.info/search/DUNIA+TEORI+KOMUNIKASI
http://tartoku.multiply.com/journal/item/15

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2010
S S R K J S M
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: